Budi Fahmi Tekankan Pentingnya Pelatihan Penanganan Bencana Kebakaran Bagi Pemuda Desa

img

Anggota Komisi I DPRD Kukar Budi Fahmi

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Bencana kebakaran kerap saja terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang tersebar di desa-desa dan kecamatan. Melihat situasi dan kondisi seperti ini yang bisa saja mengancam kapan saja dan dimana saja, Anggota Komisi I DPRD Kukar Budi Fahmi berharap hal ini bisa menjadi renungan bersama dan upaya bersama agar musibah kebakaran bisa diegah sejak dini dengan memaksimalkan potensi pemuda-pemuda dan relawan yang ada di desa.

“Tentunya kita berharap warga dan adik-adik kita yang tergabung di dalam karang taruna bisa mempersiapkan diri untuk dilatih secara dini oleh OPD teknis yakni Disdamkarmatan menjadi pemuda yang terdidik dan terlatih,” kata Budi Fahmi dikonfirmasi media ini, Sabtu (22/11/2025).

Dengan dilatih keterampilan sesuai standar operasional dalam menangani kebakaran, maka apa bila terjadi hal-hal seperti kebakaran dan musibah lainya para pemuda desa sudah punya ilmu dasar, cepat, siaga, siap dan punya peralatan, kelengkapan, punya sarana dan prasarana untuk mencegah secara dini agar tidak terjadi kebakaran yang banyak memakan korban harta benda bahkan jiwa. Generasi muda di desa-desa bisa diberdayakan dan dibina oleh Disdamkarmatan Kukar.

“Kami di DPRD terus melakukan koordinasi langsung dengan Bupati, agar pemerintah daerah bisa segera turun dan menata kembali agar masyarakat kita yang terkena musibah bisa diringankan bebannya dan terbantu dalam pembangunan rumah kembali dan khusus bagi kepemudaan bisa diberikan pelatihan penanganan dini kondisi darurat kebakaran,” ujarnya.

Legislator PDIP ini menekankan pentingnya keberadaan relawan di tingkat desa sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana, khususnya kebakaran. Dengan demikian maka bencana yang disebabkan oleh alam bisa dideteksi sehingga kita tahu mana daerah yang rawan.

“Namun, ada juga bencana non-alam seperti kebakaran yang bisa terjadi karena kelalaian manusia. Di sinilah peran relawan menjadi sangat penting,” jelasnya.

Para relawan tersebut menjadi perpanjangan tangan dari Disdamkarmatan, dengan tantangan utama berupa jarak dan waktu respons yang cukup jauh. Relawan perlu diberikan pemahaman dan keterampilan mitigasi.

“Ketika kebakaran terjadi, mereka bisa melakukan penanganan awal secara mandiri, sambil menunggu petugas datang. Sebab beberapa desa di Kukar ada yang tidak memiliki fasilitas seperti mobil pemadam,” tegasnya.(ADV)